Murid SMPIA 62 Surabaya Borong Medali di WSC 2026!

Surabaya – Matahari Kota Surabaya belum sepenuhnya terik pada pertengahan Mei 2026, namun atmosfer di Sekolah Ciputra sudah membakar semangat ratusan remaja dari berbagai sekolah internasional dan nasional plus. Di antara kerumunan itu, tampak delegasi dari SMP Islam Al Azhar 62 Surabaya berdiri tegak dengan almamater kebanggaan mereka.

Bagi mereka, tanggal 16–17 May 2026 bukan sekadar akhir pekan biasa. Ini adalah medan laga The World Scholar’s Cup (WSC) Regional Round 2026. Sebuah ajang bergengsi berskala internasional yang menguji ketajaman berpikir, kemampuan berdebat, dan kelihaian menulis dalam bahasa Inggris.

Di balik senyum ramah khas murid SMPIA 62 Surabaya, ada debar jantung yang berpacu cepat. Mereka tahu, lawan yang dihadapi tidak main-main. Namun, ada satu hal yang membuat langkah mereka tetap mantap: keyakinan bahwa kerja keras dan doa tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Menaklukkan Tantangan Berpikir Kritis ala The SIGMA School

Maju ke kompetisi sekelas WSC membutuhkan persiapan yang menguras energi mental. Format WSC menuntut para peserta untuk tidak hanya pintar menghafal, tetapi juga lihai dalam menganalisis masalah-masalah global yang kompleks. Mulai dari isu sains, sejarah, hingga seni.

Dua tim andalan SMPIA 62 Surabaya dilepas dengan sejuta harapan. Tim putri yang digawangi oleh Keyra Kireyna A. P., Khaira Haya L., dan Vanessa Azzaura D. M., serta tim putra yang diperkuat oleh Raziel Alkhalifi P. H., Danish Arya P., dan Syailendra Zafran B.

Minggu-minggu sebelum kompetisi adalah waktu yang dipenuhi dengan jadwal riset yang padat, simulasi debat yang sengit, hingga latihan menulis esai sampai larut malam.

“Kadang kami merasa lelah karena harus membagi waktu dengan pelajaran sekolah. Tapi, lingkungan di SMPIA 62 sangat suportif. Guru-guru membimbing kami dengan sabar, melatih logika berpikir kami, dan selalu mengingatkan untuk menyandarkan hasil akhir kepada Allah,” ungkap salah satu murid peraih medali.

Konsep THE SIGMA School (Spirituality, Intelligence, Growth, Morality, and Action) yang dianut sekolah benar-benar diuji di sini. Kecerdasan akademik (Intelligence) dipadukan dengan kematangan mental dan spiritual (Spirituality) menciptakan kombinasi murid tangguh yang tidak mudah menyerah di bawah tekanan.

Ketegangan di Meja Debat dan Keajaiban Lembar Kertas

Saat kompetisi dimulai, ketegangan langsung terasa di setiap sudut ruangan. Pada kategori Scholar’s Bowl, para murid harus beradu cepat dan tepat dalam menjawab soal-soal penalaran tingkat tinggi. Kerja sama tim menjadi kunci utama.

Di ruang debat, mosi demi mosi yang tak terduga dilemparkan oleh juri. Di sinilah mental juara berbicara. Menggunakan bahasa Inggris yang fasih, lugas, dan penuh argumen berbasis data, para murid SMP Islam Al Azhar 62 Surabaya berhasil memukau para juri dan lawan tandingnya.

Tidak kalah menegangkan di ruang penulisan esai (Collaborative Writing). Dengan waktu yang sangat terbatas, mereka harus menuangkan pemikiran kritis ke dalam tulisan yang terstruktur dan persuasif. Jari-jemari mereka menari di atas kertas, merangkai kata demi kata untuk mempertahankan argumen mereka.

Setiap tetes keringat, rasa cemas saat menunggu giliran bicara, dan usaha untuk bertahan di tengah jadwal kompetisi yang melelahkan, akhirnya terbayar tuntas saat malam penganugerahan tiba.

Hujan Medali dan Boneka Alpaka: Pembuktian Generasi Emas

Suara gemuruh tepuk tangan memenuhi aula saat nama SMP Islam Al Azhar 62 Surabaya berkali-kali dipanggil ke atas panggung. Senyum lebar langsung merekah, dan air mata haru tidak lagi bisa dibendung saat medali-medali berkilauan dikalungkan di leher mereka, lengkap dengan boneka alpaka khas WSC yang legendaris di pelukan.

Prestasi luar biasa yang berhasil dibawa pulang oleh para murid berprestasi ini meliputi:

Murid SMPIA 62 Surabaya Borong Medali di WSC 2026!

Kategori Kelompok (Group Category):

  • Silver Medal – Bowl: Berhasil diraih oleh Tim Putri (Keyra, Khaira, Vanessa).

  • Silver Medal – Bowl: Sukses disabet oleh Tim Putra (Raziel, Danish, Syailendra).

Kategori Individu (Individual Category):

  • Gold Medal – Writing: Diraih dengan gemilang oleh Vanessa Azzaura D. M. yang membuktikan kualitas tulisannya diakui di tingkat internasional.

  • Silver Medal – Debate: Dibawa pulang oleh Syailendra Zafran B. atas kelihaiannya mempertahankan argumen di meja debat.

  • Silver Medal – Writing: Diraih oleh Danish Arya P. atas esai kritisnya yang luar biasa.

Keberhasilan ini memicu gelombang kebanggaan yang luar biasa bagi seluruh keluarga besar sekolah. Ini adalah bukti nyata bahwa murid-murid sekolah Islam mampu bersaing, bahkan unggul, dalam kompetisi berbahasa Inggris di tingkat internasional.

Mengapa Memilih SMP Islam Al Azhar 62 Surabaya?

Prestasi di ajang World Scholar’s Cup 2026 ini menjadi penegas bahwa SMP Islam Al Azhar 62 Surabaya adalah salah satu sekolah Islam terbaik di Surabaya. Sekolah ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama yang kuat, tetapi juga membuka cakrawala dunia bagi para muridnya.

Sebagai Cambridge English Educational Partner, SMPIA 62 Surabaya memastikan setiap murid memiliki kecakapan berbahasa global yang mumpuni. Dipadukan dengan fasilitas modern, guru-guru berdedikasi tinggi, dan kurikulum yang adaptif, sekolah ini menjadi inkubator terbaik untuk melahirkan generasi pemimpin masa depan yang berwawasan global namun tetap berakhlak mulia.

Pendidikan yang tepat akan mengantarkan anak Anda menuju panggung dunia. Dan SMPIA 62 Surabaya telah membuktikannya!

Saatnya Putra-Putri Ayah dan Bunda Menjadi Juara Berikutnya!

Jangan biarkan potensi emas anak Anda terpendam. Berikan mereka lingkungan belajar terbaik yang mampu mengasah kecerdasan akademik, kemampuan bahasa internasional, sekaligus memperkokoh karakter Islami mereka.

Mari bergabung dengan SMP Islam Al Azhar 62 Surabaya! Pendaftaran Murid Baru (PMB) telah dibuka. Amankan kursi Anda sekarang juga karena kuota sangat terbatas!

Bersama SMPIA 62 Surabaya, antarkan buah hati Anda menggapai prestasi tanpa batas!

Postingan Terkait