
Pada Jumat, 18 Juli 2025 SMPIA 62 resmi menutup rangkaian kegiatan MPLS. Selama satu pekan penuh, para murid baru telah dibekali dengan berbagai materi dan kegiatan yang mendukung mereka untuk adaptasi dengan kultur dan program sekolah.
Dalam satu pekan itu, salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh para murid adalah praktik wudu dan salat, yang tentunya dilakukan setelah mereka mendapatkan materi terkait hal tersebut. Kegiatan ini merupakan kegiatan esensial yang digalakkan oleh SMPIA agar gerakan dan bacaan para murid sudah sempurna dalam hal thaharah dan salat. Selain praktik wudu dan salat, para murid juga melaksanakan tes pemetaan terkait membaca Al-Qur’an. Setiap hari dilaksanakan pula kegiatan halaqah seusai salat duha.
Pada acara penutupan MPLS, semangat siswa semakin meningkat. Pasalnya, mereka akan menyuguhkan penampilan yang telah mereka siapkan. Dresscode pun telah mereka sepakati dengan anggota kelompok masing-masing. Sebelum itu, Ibu Hanifah Yunita, Kepala SMPIA 62, turut memberikan sambutan, nasihat, dan ucapan terima kasih kepada para murid karena sudah mengikuti MPLS dengan baik.
Beliau berpesan, “Please greet everyone you meet with salam, not only your teachers or your friends, but our school’s guests as well. And you have to be brave to speak in English.”
Puncak penutupan MPLS, yakni pentas seni, berlangsung dengan meriah. Suara tepuk tangan selalu menghiasi selasar SMPIA 62 pada saat itu. Yel-yel dari setiap kelompok sebelum pementasan menambah semangat para murid. Penampil pertama, The Magicians menyuguhkan tarian pacu jalur dan dilanjutkan dengan bernyanyi Satu Rindu. The Acrobats memeriahkan pensi dengan tari saman. Kemudian ada The Lion Tamers yang berpakaian serba merah putih menyanyi dan menari lagu Bendera. The Clowns sebagai penampil keempat membawakan dua buah lagu, yaitu Laskar Pelangi dan Penjaga Hati. Terakhir, The Jugglers menutup pensi dengan musikalisasi puisi bertema sekolah.
Tidak hanya sampai di situ, panitia MPLS juga telah menyiapkan empat awards untuk para murid, yang terdiri dari The Most Obedient Student, The Most Active Student, The Friendliest Student, dan The Best Performance. Kategori The Most Obedient Student dimenangkan oleh Khaira Haya Luthfian, The Most Active Student diraih oleh Arzuna Zaidan Bintoro, The Friendliest Student dimenangkan oleh Anindya Samaratungga Dewi, dan yang berhasil membawa pulang The Best Performance adalah The Lion Tamers.
“Ide pensi ini terinspirasi dari penampilan kakak saya, Miss. Lalu kami tambahkan ide-ide lain dari anggota kelompok. Gerakan tarinya juga hasil kreasi kami,” tutur Haya, salah satu anggota The Lion Tamers.
Ibu Nenyn Sudariyati, selaku ketua panitia MPLS juga menyampaikan bahwa penampilan para murid terbilang sukses, menarik, dan menghibur, mengingat durasi waktu latihan yang mereka dapatkan sangatlah terbatas, yakni hanya dua hari.
Kegiatan MPLS ini diharapkan menjadi momen yang berkesan dan selalu diingat oleh para murid. Selain itu, hal-hal yang diperoleh selama masa MPLS semoga bisa menjadi bekal bagi mereka untuk menorehkan kisah bersama SMPIA 62 selama tiga tahun ke depan.